Sabtu, 25 Juni 2011

Bagaimana Cara Memulai Usaha/Bisnis?


Tulisan ini saya ambil dari jawaban atas pertanyaan sahabat saya di facebook. Pertanyaannya begini:

"aku ingin berbisnis kuliner mas, mohon masukan/saran apa yg mas bisa berikan kepada saya yg baru pertama kali masuki dunia bisnis. Mohon bantuannya."

Teman-tamanku, di sini saya hanya sharing, tidak bermaksud menggurui, apalagi sok tahu ya.... Kita sama-sama masih belajar kok, kalau ada yang dianggap baik silahkan diterapkan, kalau gak cocok ya... gak usah dipake, dilupakan saja ya...he...he..he..

Kembali ke net book!!!
Sahabatku yang baik hati..., bisnis apapun sebenarnya bagus, tapi yg lebih dipentingkan adalah kita senang, enjoy dengan bidang yang kita pilih. Kenapa begitu? Karena sesuatu yang disukai, biasanya energi kita terasa lebih, gak ada matinye, gak cepat capek dan tidak cepat bosan. Contohnya, pernah bilang capek nggak ketika diajak jalan-jalan, atau disuruh mengantar/menjemput pacar di kampus? Sekarang coba bandingkan, males nggak kalau disuruh nganter nenek ke pasar? he...he..he.. ketahuan ya..???

Dan juga, kalau bidang usaha itu kita sukai, biasanya kita lebih peka/sensitif terhadap selera pasar. Karena di lapangan nanti akan ketemu dengan berbagai kendala, kalau kita cepat jenuh...kan repot. Yg perlu diingat juga, jangan sampai kita menekuni sesuatu hanya karena ikut-ikutan (latah). Lihat tetangga jual bakso rame, kita jadi kepingin ikut. Padahal masak mie instan aja gak bisa...he..he..he...

Kalau Anda suka njajan (makan di luar), seneng mencoba aneka masakan, biasanya Anda cocok untuk menekuni usaha kuliner. Lidahnya kan sudah peka, tahu mana yang enak dan nggak, tahu apa yg dimaui oleh pelanggan, sehingga lebih akurat dalam setiap mengambil keputusan. Katanya kakek saya, Almrhm Mbah Marijan..he..he.., yang namanya hoki (keberuntungan) itu tidak jauh-jauh dari hobby (kesenangan).

Kalau Anda sudah mengambil keputusan bidang usaha apa yang akan dipilih, yang perlu diperhatikan adalah:

1. Lokasi, lokasi, dan lokasi
Sedemikian pentingnya lokasi, makanya saya tulis 3x...berarti sangat puuueeenntiiingg!!! Meski masakan kita enak sekali, tapi kalau salah pilih lokasi bisa tidak laris lho. Bener nggak? Sebaliknya, meski masakan kita gak istimewa banget, tapi lokasinya bagus...bisa jadi tambah rame.

Dalam memilih lokasi, sebaiknya disesuaikan dengan target pasar yg mau dibidik. Kalau produknya untuk kelas menengah, ya jangan dijual di kampung, begitu sebaliknya. Umumnya lokasi yang bagus untuk usaha biasanya di dekat (tidak jauh-jauh) dari perempatan jalan, tapi jangan pas di tikungan. Ini biasanya rame. Untuk kuliner sangat cocok. Kalaupun tidak dekat perempatan, misal di jalan raya, pilihlah di jalur-jalur yang lambat., jangan di jalur yang cepat.

2. Harga
Hati-hati dengan harga, terutama yang bermain di kelas bawah, selisih 1000 perak saja orang bisa lari. Kelas bawah sangat sensitif dengan harga. Sebaiknya kita perlu melakukan riset kecil- kecilan, amati di sekitar Anda, berapa umumnya orang menjual produk yang sejenis dengan yang Anda jual. Kalau Anda pemain baru, jangan coba-coba pasang harga yang lebih mahal, bisa fatal akibatnya. Apalagi standart produk kita biasa-biasa saja.

Contoh kasus:
Ada tetangga saya buka warung bakso, tp baru 3 bln tutup. Setelah saya amati, ternyata ada beberapa penyebab kegagalannya. Pertama, lokasinya tdk bagus, di tikungan jalan yg rame, tmpt parkir gak nyaman, dan termasuk jalur cepat. Orang mau nyebrang saja susahnya minta ampun, bahkan cukup berbahaya.

Penyebab kedua, harga yg dipatok kemahalen. Di kampung saya harga bakso rata-rata 5000/mangkok, tp dia jual 6000, gak wajar kan? Es teh umumnya orang jual 1000, paling mahal 1500, tapi dia jual 2000, gak normal kan? Gimana mau rame, harga saja gak ramah...bete dong yang beli.

3. Servis/Pelayanan
Di bidang apapun utamanya di bidang kuliner, servis harus cepat, ramah, dan memuaskan. Kalau ada pembeli yang datang, cepat dilayani, secepatnya minuman disajikan terlebih dahulu, tidak usah menunggu masakan siap. Karena orang yang datang, yang pertama diinginkan adalah minum, baru makan.

Semoga bisa memberi manfaat. Terima Kasih.

1 komentar: