Rabu, 10 November 2010

Gagal Itu Baik..... Tapi??? (2)


Profesi apapun yang kita jalani, terutama sebagai pengusaha kita akan sering berhadapan dengan yang namanya "tantangan". Dan tentu saja dalam setiap tantangan hasilnya cuma ada 2 kemungkinan yakni "sukses" atau "gagal". Kalau lagi sukses kita pasti senang, bangga, langkah kaki terasa ringan, semua orang menyapa dengan penuh hormat, penuh senyum, tawa ria, banyak teman, dan banyak "saudara".

Tapi ketika kegagalan itu datang, apalagi kegagalan yang sangat besar, kita mungkin kehilangan semuanya; rumah, mobil, tabungan, atau bahkan mungkin kita bisa kehilangan orang yang kita cintai (pacar, istri/suami). Sebegitu menakutkankah makhlukyang namanya "kegagalan" itu?

Kita harus minyikapi kegagalan dan kesuksesan itu secara proporsional, layaknya menghadapi musim hujan dan musim kemarau. Hujan meski kadang membawa bencana; banjir, tanah longsor, tapi toh hujan masih lebih banyak mendatangkan berkah. Bayangkan seandainya saja negeri ini tidak turun hujan hujan? Sebaliknya, kemaraupun juga membawa banyak manfaat; petani bisa memanen padi, banyak tanaman yang justru menghasilkan buah dengan baik di musim kering (semangka, melon, dll).

Kegagalan memang terasa menyakitkan, tapi itu sangat baik untuk melatih mental, melatih intuisi, kepekaan hati, kepekaan pikiran, agar kita tumbuh makin kuat. Dengan kegagalan kita di sadarkan, bahwa tidaka ada satupun yang abadi di dunia ini; jalan tak selalu lapang tapi kadang terjal, ombak tak selalu tenang tapi kadang ganas, bahkan bisa berubah jadi tsunami.

Berlian adalah batu permata yang sangat tinggi nilainya karena tempaan suhu yang sangat tinggi selama perpuluh tahun, digosok berulang-ulang. Tanpa tempaan suhu yang tinggi, tanpa digosok berulangkali, mungkin nasibnya tetap menjadi batu hitam biasa yang sangat murah nilainya. Untuk tumbuh jadi manusia "berlian" berati kita harus membiasakan diri dengan tantangan, berani menanggung kegagalan, dan terus bangkit dan bangkit lagi sampai kita keluar menjadi pemenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar