Rabu, 10 November 2010

GAGAL ITU BAIK....TAPI??? (1)


Perjalanan hidup utamanya bagi para pebisnis tak ubahnya seperti naik pesawat akrobat, ada saatnya naik melesat ke atas, tapi tiba-tiba bisa menukik...meluncur ke bawah dengan cepat, bahkan bisa lebih cepat dari kilat...he..he..he..

Aroma dan rasa juga bisa berubah secara drastis, adakalanya hidup terasa bagaikan raja, banyak yang melayani, kita tinggal perintah, para hulubalang (karyawan,red) sudah siap siaga 24 jam ngantri buat diperintah. Tapi tak lama kemudian bisa saja semua pergi meninggalkan kita, ucapan kita saja tidak ada yang mau lagi mendengarkan, apalagi buat menyuruh...??? "No money, no Action"... wajarlah, karyawan kerja kan kalau digaji, lha kalau kita sudah tidak mampu menggaji... prikitiwwww... merekapun pergi berlalu.

Terus gimana dong, kelihatannya kok serem banget, takut ah jadi pengusaha. "Gak jadi pengusaha gak patheken, daripada mati gantung diri, atau stress...bahkan ada yang sampai gila....wuih..wuihhh...gak mau ahhh," kira-kira begitu kata banyak orang. Tapi tenang, gak perlu takut berlebihan dong, apalagi sampai paranoid begitu. Kabar baiknya, dibandingkan susahnya, masih banyak enaknya lho jadi pengusaha. Pingin tahu..??

Saya kasih bocoran dikit ya, kalau jadi pengusaha itu bebas waktu dan pikiran, artinya mau kerja kek, mau tidur nek, semua kita yang nentuin. Mau berlibur, ngobrol seharian dengan teman, pacar, atau kumpul sama keluarga...semua kita yang ngatur, jadi gak harus nunggu hari libur atau hari minggu. Belum lagi yang satu ini nich yang paling mahal, gak ada yang berani menyuruh/memerintah kita... "lha wong Bos kok diperintah, opo njaluk dipecat to kowe para karyawan,...he..he..he..."

Bukankah kemerdekaan itu hak asasi yang paling mahal harganya, gak bisa dinilai dengan materi Bro... Kalau gak percaya, coba kita adakan polling sejagat raya ini, orang suruh milih lebih suka "menyuruh" atau "disuruh"?? Hampir dipastikan 99,999% pasti memilih "menyuruh". Salah satu bukti manusia lebih suka menyuruh, kebanyakan orang "krasan" kalau sudah jadi Presiden, alias aras-arasen kalau harus turun.

Kenapa? Kok pake nanyak segala, ya sudah pasti Presiden kan paling doyan "menyuruh", bahkan belum ngomong (masih mikir mau ngomong apa), para pelayan sudah sibuk menyiapkan. Gak enak kan kalau tiba-tiba harus kembali mengerjakan dan melayani sendiri, apalagi ada yang berani menyuruh, wahh...kalau gak siap mental bisa sakit hati itu sang mantan...he...he..he... (Ikuti seri berikutnya ya, dijamin lebih seru!!!).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar