Senin, 22 November 2010

Kapan Saatnya Bisnis Harus Dibenahi, dan Kapan Mesti Harus Ditutup?



“Warung bakso saya sdh berjalan 6 bln, kok tetep sepi. Apa yang harus saya lakukan, apa yg perlu dibenahi, apa perlu dilanjutkan atau harus dieksekusi (ditutup)?”

Ada tetangga saya yang buka bisnis kuliner, dia jualan bakso tidak jauh dari rumah saya. Dia mengeluh, mengapa bisnisnya yang sudah jalan hampir 6 bulan kok tidak berkembang (stagnan), bahkan cenderung makin sepi. Padahal tidak jauh dari situ juga ada 2 warung bakso yang cukup rame. Dia tidak habis pikir, kenapa warungnya sepi, dia juga minta pertimbangan perlu diteruskan apa nggak usahanya itu?

Saya berusaha membantu memberikan solusi, hanya sebuah analisa sederhana saja. Saya ajukan pertanyaan seperti ini,

- Setelah warung buka selama 1 bulan, banyak/sedikit kah pembeli yang datang itu merupakan pelanggan setia Anda (sudah datang beberapa kali)? Mengapa saya pakai ukuran 1 bulan? Karena dlm bisnis kuliner, kalau orang merasa cocok dengan masakannya, cocok dengan harganya, mereka akan kembali lagi secara berkala, bisa tiap 1 minggu, 2 minggu, atau tiap 1 bulan sekali.

Dalam bisnis khususnya kuliner, kita harus lebih banyak mengandalkan pelanggan setia. Mereka akan datang & datang lagi, repeat ordernya cepat bahkan kalau mereka puas, mereka dengan suka rela mempromosikan warung Anda. Promosi MLM (mulut lewat mulut) itu sangat efektif, dan memiliki laverage (daya ungkit) yang luar biasa. Begitu sebaliknya, kalau mereka tidak puas, lewat mulut mereka pula yang saya ibaratkan seperti “busur panah bermata seribu” siap membunuh bisnis Anda dg cepat.

Kalau pembeli yang datang selalu orang baru, itu berarti pertanda tingkat kepuasan konsumen sangat rendah, makanya mereka kapok, gak mau datang lagi. Biasanya karena kualitas rasa blm mampu “menggoyang lidah”, dan harga kemahalen (gak umum).

Seandainya selama 3 bulan warung tetep sepi, berarti Anda harus membenahi kualitas rasa masakan, me-wajar-kan harga, dan membenahi lokasi, kalau perlu pindah tempat yang lebih strategis. Kalau selama 6 bulan, sdh dibenahi kok tetep sepi juga, ya sebaiknya dieksekusi saja, daripada kantong tambah bolong. Mending mikirin bisnis yg lain saja, siapa tahu lbh sukses, betul kan?

2 komentar:

  1. pak mul, barometernya 6 bln yah.. klo misalnya itu adalah waktu yg tepat u putusin bhw bisnis kita lbh banyak mudharatnya drpd faedahnya (alias abis2in duit aja), trus modal yg dah terlanjur masuk disitu gmn pak? kan podo ae dg buang duit ke sampah pak.. yah keuntungannya ada sih, yi pikiran kita tdk lagi dibebani dg perasaan negatif. krn dah jelas2 bisnisnya ditutup.. Apa gt ya pak?

    BalasHapus
  2. @Bunda-bunda Cerdas:
    Betul Ibu. Memang dengan menutup usaha kita rugi, tapi kan lebih rugi kalau diterusin, kan gak profit. Pengalaman emang mahal harganya, tapi nanti Insya Alloh dpt ganti lbh banyak kok kalau sdh ketemu bisnis yg bagus. Mksh.

    BalasHapus