Jumat, 17 Desember 2010

Tips Agar Prospek Terkiwir-Kiwir Pada Anda!!!

Kita sering frustasi bila menghadapi prospek (calon pelanggan) yang tergolong "sulit" . Prospek yang masuk kategori "sulit" antara lain karena si prospek ini kurang komunikatif, gak banyak omong, menjawab pertanyaan sekenanya, atau cenderung kasar, cuek dan sangar.

Atau bisa juga sebaliknya, si prospek cenderung cerewet, banyak ngomong, dan suka "berceramah". Kita baru ngomong 1 kecap ( kalimat), tapi si prospek komentar berkecap-kecap, cenderung sok tahu, negatif. Kalau kita gak siap mental bisa mundur sebelum berperang.

Gimana caranya agar prospek tertarik bahkan terkiwir-kiwir dengan kita, biar apa yang kita tawarkan di OK..OK saja. Berikut saya tunjukkan tipsnya:

1. Pahami Karakter Orangnya
Jika ketemu prospek diam tapi galak, Anda sebaiknya ngomong seperlunya saja. Tapi kalau diamnya kalem, ramah, Anda boleh memberi penjelasan lebih lengkap, Anda boleh ngomong agak banyak.

Apapun karakternya, mulailah dengan sapaan yang ramah, beri senyuman dan pujian yang tulus, misalnya:

"Penataan tokonya kok bagus banget, saya seneng kalau ke sini."
"Tokonya rame ya Pak?"

2. Sebut Namanya Sesering Mungkin
Sebelum datang ke prospek, alangkah baiknya Anda tahu sedikit nama orangnya, latar belakang, hobby, dsb. Data itu bisa Anda dapat dari tetangganya, pelanggannya atau pegawainya. Sebut namanya sesering mungkin, ini akan memperlunak benteng pertahanan dirinya. Prospek akan lebih cepat akrab & familiar.

Anda boleh ambil topik yang mengenai hobby prospek. Misal dia gila bola, pancinglah dengan membicarakan isu-isu terbaru tentang pertandingan sepak bola. Buat pertanyaan yang bikin dia bersemangat bercerita tentang bola. Tugas Anda hanya bertanya dan mendengar ceritanya, sesekali ngegongi, mengiyakan pendapatnya. Meski kadang ada pendapatnya yang salah menurut Anda, jangan dibantah, iyakan saja. Kalau sudah terbuka hatinya, pelan-pelan mulailah menggiringnya ke arah penjualan.

Orang 1000x lebih mencintai dirinya daripada siapapun di dunia ini. Suara paling merdu adalah ketika namanya disebut, siapapun orangnya. Topik paling menarik adalah berbicara tentang dirinya, bukan Anda.

3. Lebih Banyak Bertanya dan Mendengar
Di dunia ini 99,9% orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Ironisnya, 99,9% orang lebih suka jadi pembicara daripada jadi pendengar yang baik. Untuk menjelaskan produk bisa Anda arahkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas, Anda tinggal menambahkan seperlunya dari jawaban yang Anda peroleh.

Jangan memberi pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban "Ya" atau "Tidak", tapi pilih pertanyaan yang mengarah ke proses pembelian.
Lihat contoh berikut.

"Bpk Fulan, mungkin toko busana ini akan lebih rame kalau sambil menjual bantal silikon. Kira-kira motif apa yang menurut Bpk Fulan sangat cocok dengan konsumen di sini?"
- Pertanyaan ini memaksa prospek untuk menjawab:
"mungkin motif kartun yang cocok Mas."

Bandingkan dengan pertanyaan berikut:
"Pak Fulan, toko busana bapak ini kayaknya bagus lho kalau sambil jual bantal silikon. Kira-kira Bapak berminat apa tidak?"
- Pertanyaan ini 99% akan dijawab sebagai berikut:
"Saya tidak berminat Mas, lain kali saja."

Silahkan dicoba tips sederhana tersebut, mohon dikembangkan sendiri sesuai situasi & kondisi prospek. Meski tidak semua prospek akan takluk dihadapan Anda, tapi saya yakin dengan tips tersebut akan lebih banyak penawaran Anda yang menghasilkan penjualan.

Baik teman-teman, cukup di sini dulu ya lain kali kita sambung lagi. Semoga bermanfaat.
Terima kasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar