Senin, 06 Desember 2010

Anda Bisa Sukses & Kaya Tanpa Sarjana…!!!

Ada suatu paradigma atau anggapan yang melekat begitu kuat pada masyarakat kita saat ini bahwa untuk jadi orang sukses, untuk jadi orang kaya haruslah memiliki pendidikan tinggi, yaaa….minimal sarjana begitulah…!!!

Mereka para orang tua rela membayar mahal untuk bisa menyekolahkan anaknya sampai sarjana. Bahkan kalau bisa harus masuk perguruan tinggi ternama dan harus kalau mampu lulus dengan IP (indeks prestasi) yang tinggi min 3,5.

Gak cukup cuma di sekolah, ikut bimbingan belajar (bimbel) yang mahal pun rela demi untuk bisa lolos ke PTN.

“Kalau bisa kuliah di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dengan IP min 3,5, itu dijamin sukses masa depannya!!!” kata mereka. Tak heran yang namanya bimbel saat ini dipadati peminat yang terobsesi pingin jadi orang sukses.

Yang dapat rejeki nomplok ya…yang punya kursus bimbingan belajar dong. Kabarnya salah satu pemilik bimbel ternama di negeri ini sekarang jadi milyader, hanya dari bisnis bimbingan belajar. Ironisnya yang punya bimbel ternama itu GAK LULUS KULIAH alias DROP OUT !!! Gila nggak..???

Ok lah…mungkin ada benarnya orang yang beranggapan bahwa kuliah di PTN, lulus dengan IP 3,5 adalah jaminan sukses, tapi sukses jadi apa? Sukses jadi karyawan apa sukses jadi pengusaha? Fakta di lapangan menunjukkan bahwa yang menjadi milyader rata–rata adalah pengusaha, dan kebanyakan malah tidak berpendidikan tinggi (tidak lulus kuliah).

Salah satu contohnya, yaa…pemilik bimbel tadi. Mau tahu namanya…??? Siapa lagi kalau bukan si “Raja Gila” Purdi Chandra pemilik Primagama yang kesohor itu. Mau bukti lain, Tanya saja sama si “ Pecinta celana pendek” Bob Sadino, pengusaha super sukses ini kira-kira lulusan apa? Beliau-beliau itu termasuk sukses jadi milyader tanpa gelar sarjana. Beliau juga jadi contoh pengusaha besar yang memulai bisnis dari nol alias gak punya apa-apa, bondho nekad, bondo dengkul!!.

Contoh milyader-milyader yang tidak popular (karena tidak terekspos) lebih banyak lagi. Gak percaya? Tanya saja pada para pengusaha besi tua yang rata-rata orang Madura itu kebanyakan hanya lulusan Madrasah (setingkat SD). Saya termasuk orang yang mengagumi orang Madura terutama semangat entrepreneur (kewirausahaan) yang mereka miliki sangat tinggi. Juga masyarakat Padang yang umumnya pedagang garment (pakaian), mereka rata-rata tanpa pendidikan tinggi, modal nekad, tapi bisa tumbuh jadi pengusaha, milyader yang handal.

Di luar negeri? Saya sampai bingung mau nulis namanya, karena saking banyaknya. Orang-orang super kaya di luar negeri yang tidak lulus kuliah, misalnya Bill Gate. Bos Microsoft ini memiliki kekayaan sekitar US$54 miliar. Beliau sempat kuliah di Harvard University, namun tidak selesai.

Alan Gerry, pengusaha sukses di bidang entertainment (utamanya TV kabel), memulai karir sebagai seorang sales dan tukang servis TV di kota kediamannya New York. Beliau yang memperkerjakan puluhan ribu karyawan ini, ternyata tidak lulus SMA, drop out dari sekolahnya.

Contoh lain adalah David Murdock. Pemilik perusahaan agrobisnis Dole Food Company dan beberapa bisnis lain (transportasi, real estate, retail) ini adalah anak seorang salesman keliling yang miskin. Beliau bahkan drop out saat kelas tiga SMP, karena harus membantu mencari uang untuk menafkahi keluarganya.

Saya tidak bermaksud menomorduakan arti pentingnya pendidikan, tapi saya hanya ingin menunjukkan bahwa Sarjana bukan harga mati untuk bisa sukses. Tapi yang tidak berpendidikan tinggipun sangat mungkin untuk menjadi orang sukses, istilahnya “banyak cara menuju Jakarta; bisa naik pesawat, naik bus, naik kereta,..dsb.”

Bagi Anda yang tidak berpendidikan tinggi menurut saya malahan memiliki nilai plus untuk memulai sebuah bisnis. Kenapa? Karena Anda tidak terbebani “topi sarjana” yang begitu menyeramkan, Anda bisa melangkah tanpa beban. Untuk memulai sebuah bisnis dengan modal dengkul dibutuhkan mental yang kuat, urat malunya harus dibuang jauh-jauh. Menjadi bos sekaligus kuli untuk bisnis kita sendiri harus kita jalani, tanpa terbebani rasa malu atau gengsi.

Bayangkan jika Anda seorang sarjana, berani nggak berkubang dengan lumpur, berkotor-kotor ria, bermandi peluh? Saya yakin banyak para sarjana yang tidak sanggup menjalani. Pinginnya pasti langsung kerja pake dasi, pegang computer, duduk di kursi empuk, dan dapet gaji “tinggi”. Betul kan….ayo ngaku…..wong saya dulu juga pernah ngalami kok…he…he…he…

Tapi akhirnya saya tanggalkan topi sarjana, saya kunci rapat-rapat ijasah saya di dalam laci, dan nekad mulai berbisnis. Saya putus urat malu saya pake pedang yang sangat tajam, bermandi keringat, membiasakan diri dengan kegagalan. Bagi pebisnis, makin banyak kegagalan, berarti makin banyak yang dilakukan, makin banyak belajar, berarti makin dekat pula dengan kesuksesan. Bener nggak...???

Selamat berjuang, sukses buat Anda semua. Amin3x.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar